Bumi-Langit masih ada langit Kita tak akan pernah menemukan

Bumi-Langit

 

Di bumi ada tanah, batu, air

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Di langit ada bulan, bintang, meteor

Saat kita berpijak di bumi, di atas kita ada langit

Saat kita menengadah, betapa tingginya bulan, bintang
dan meteor itu

Tak ada burung yang bisa terbang sampai ke sana

Kalaupun ada, burung-burung cukup mencari makan di
bumi saja

 

Besok-besok kita akan berpijak di bulan

Di sana kita juga akan menengadah

Jauh di atas kita, ternyata ada bumi

Mana yang lebih tinggi

Bulan atau bumi

Ini hanya soal perspektif

Bila kita ingin ke bulan, kita harus ke atas

Dan andai kita adalah makhluk bulan yang ingin ke
bumi

Mungkin, kita juga harus ke atas

Ini ide gila untuk manusia-manusia waras

Sejak lahir kita memang telah ada di bumi

Dan sejak itu, kita telah sepakat bahwa bulan ada di
atas kita

 

Bumi dan langit menjadi simbol untuk banyak hal

Langit sebenarnya hanyalah mimpi bagi kita yang ada
di bumi

Di atas langit masih ada langit

Kita tak akan pernah menemukan langit yang
sesungguhnya

Dunia nyata memang hanya ada di bumi

Di bumi, kita tidur, bangun pagi, sarapan dengan
sepotong roti, lalu berikhtiar

Di bumi juga, kita membuat cita-cita dan selalu yakin
dengan masa depan

 

Masa depan yang kita yakini sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan kondisi hari ini

Bukankah kemarin kita juga meng’angan-angankan hari
ini

Di sini, di bumi

Kita akan menjemput masa depan kita sendiri

Tanpa sesajen atau tumbal

Kita akan mulai berhenti menumbalkan kebahagiaan hari
ini

Hanya karena inspirasi dan sensasi hari esok

Sekali lagi

Masa depan itu ada di bumi, bukan di langit

 

 

 

Dalam cerita dongeng, ada dewa langit

Yang bisa mencampuri urusan dan takdir manusia

Tapi di sini, dongeng-dongeng itu telah dibakar,
dewa-dewa telah hangus menjadi arang

Kita telah meruntuhkan langit

Langit kesombongan dan langit keangkuhan

Sebentar lagi kita akan berjalan damai di bumi kita

Di atas pijakan takdir yang telah digariskan oleh
sang pembuat bumi dan langit

Untuk orang-orang yang berpikir, dalam sujud, dalam
ruku’nya

Sembari berkata “sungguh Kau tak sia-sia menciptakan
ini”