Ada keyakinannya, individu berfikir bahwa setiap kegiatan sosial itu

Ada beberapa ciri atau sifat yang dimiliki oleh habitus
dalam pemahaman Bourdieu. Pertama, Hystérésis de l’habitus, Bourdieu
menjelaskan ciri habitus yang sifatnya ‘bertahan lama’ dalam arti bertahan
sepanjang rentang waktu tertentu dari kehidupan seorang agen. Kedua, Transposabilité de l’habitus, adalah sifatyang
‘dapat dialihpindahkan’ dengan pengertian bahwa disposisi-disposisi yang telah
diterima melalui kegiatan tertentu, seperti dalam sebuah keluarga, mampu
dialihkan ke dalam dunia professional. Akibatnya  ini akan membentuk ‘lifestyle’ dan ‘lifestyle’
ini berbeda pada posisi kelas yang berbeda pula. Demikian penjelasan Bourdieu
dalam bukunya yang berjudul La Distinction. Ketiga,  Générateur de l’habitus adalah sifat
yang ‘mampu menurunkan keturunan. Ini sebenarnya menjelaskan fungsi struktur
yang tidak hanya structuting structure tetapi juga structured structure. Dalam
fungsi ketiga ini dapat diartikan bahwa habitus sebernarnya mempunyai sifat
khas seperti sumber yang tid ak ada habisnya dalam memproduksi praksis.

Dalam sifat habitus yang ketiga, Bourdieu
mengatakan habitus mengandung prinsip lain yang disebut sebagai ‘sens
pratique’. Melalui sifat ini, Bourdieu mengatakan bahwa habitus adalah gambaran
dunia sosial, habitus beradaptasi dalam dunia sosial dan mengijikan setiap agen
untuk bereaksi secar cepat dan tanpa banyak berfikir terhadap kejadian-kejadian
yang dihadapi oleh mereka. Melalui ‘sens pratique’ ini Bourdieu mengkritik
teori aktor rasional. Ia menolak gagasan dan asumsi yang mengatakan bahwa para
aktor atau agen masyarakat berstrategi dengan sangat sadar dan penuh kalkulasi
dalam mengejar kepentingan. Pada prinsipnya, habitus  merupakan rangkaian tindakan yang secara
obyektif disusun sebagai strategi-strategi tanpa menghasilkan sebuah niatan
berstrategi yang sesungguhnya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada titik ini Bourdieu memperluas kritikannya
terhadap aktor rasional. Dalam pemahaman Bourdieu kepentingan setiap aktor atau
agen tidak melulu terpaku pada kepetingan materiil (seperti yang dipaparkan
dalam teori aktor rasional). Menurut keyakinannya, individu berfikir bahwa
setiap kegiatan sosial itu penting dan harus dikejar. Patut diketahu bahwa
masing-masing arena sosial menawarkan isu (hal yang diperebutkan) yang
spesifik. Contoh kecil misalnya kepentingan yang dikejar oleh politikus tidak
sama seperti apa yang dikejar oleh penguasah bahkan akademisi. Bagi politikus
kekuasaan merupakan sumber utama kepentingan, sedangkan bagi pengusaha sumber
utama kepentingannya adalah kekayaan. Begitu pula bagi seorang akademisi,
sumber kepentingan mereka adalah pengakuan akademiknya.